Aku adalah Mimpi

Mimpi datang ketika mata ini terpejam, tanpa sadar, sesuatu itu datang di dalam isi kepala. Terkadang, mimpi tidak sejalan dengan apa yang sedang terjadi. Pun juga mimpi datang dalam bentuk abstrak, yang-aku tidak bisa menjelaskan secara detail. Tapi aku bisa, kalau hanya menuliskan mimpi disini.

Awal aku ingin masuk kuliah, aku tidak ada niat sama sekali ingin mengambil jurusan teknik industri. Karena sejujurnya aku hoki bisa kuliah disini perkara waktu itu aku tidak di terima di kampus negeri. Saat itu aku sudah lupa, tapi sekarang, seperti muncul panggilan bahwasannya aku harus menulis. Menulis apapun yang ada di dalam pikiranku. Ketika sudah saatnya tiba, apa yang aku tulis, bisa aku sampaikan kepada khalayak ramai. Dengan kemunculan itu, serasa beruntung pula aku masuk jurusan teknik industri. Karena jurusan ini mempelajari segala hal apapun-Teknik. Apa aja di pelajarin disini, dari segi waktu, kondisi atau situasi, pergerakan tubuh, penulisan manual dengan mesin ketik yang harus dilakukan seorang diri.

Sebelumnya, aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Aku adalah Agung abdul latief dengan Nomor pokok mahasiswa 30413333. Jujur aku sangat bingung dengan angka 3 itu, di dunia mahasiswa atau perkuliahan tentunya ya. Awalan dulu, di jurusanku ini yang paling favorit adalah ketika praktikum, kenapa aku bilang favorit? karna praktikum sangat menguras seluruh tubuh dan seisinya untuk menghitung, menganalisis ataupun membuat studi kasus permasalahan. Tapi uniknya adalah, dari awal praktikum sampai saat ini aku masih asing dengan angka 3. Ada masalah tentang kelompok, dari dulu pertama kali praktikum, aku dapet kelompok 3, iya bener kelompok 3 mulu sampe praktikum yang terakhir kemaren yang rata-rata lulus 40% dan ga lulus 60%. Tapi aku ga mempermasalakan kelulusan praktikum itu, mungkin juga aku yang kurang berusaha semaksimal-mungkin.

Balik lagi ke angka 3. Kalo misalkan aku cari di google dengan keyword “makna dari angka 3”, kemudian keluar banyak artikel, artikel yang menjelaskan angka 3 itu identik dengan “horor”. Menurutku arti horor itu mungkin ‘sial’, soalnya aku pernah waktu itu emang berasa dipersulit dengan asisten laboratorium, asisten laboratorium itu yang memegang alih praktikum, ibarat dia adalah dewa, dengan pulpen ia memberi nilai kami. Cuman itu telah berlalu, dan-hanya menjadi pengalaman serta pelajaran berharga untuk masa yang akan datang. eh tapii, angka 3 menurut banyak artikel itu tidak selalu horor, ada artikel yang menjelaskan angka 3 itu hoki. Kenapa hoki? mungkin begini, angka 3 jika di kali 2 jadi berapa? iya bener 6. Angka 6 itu kalo di balik jadi angka 9, yang berarti angka 3 harus di kalikan 3. Jadi intinya hanya permainan angka saja kok..hehehehehe….

Well balik ke studi kasus yaa, apa ya studi kasusnya? jadi begini, maksud dari aku nulis ini tuh, murni dari keresahan yang aku rasakan semenjak aku kuliah sampai sekarang, dan akan mendeskripsikan atau menjelaskan tentang “mimpi anak teknik”. Secara logika absurd ya, tapi memang begitu kenyataannya. Aku tidak tau akan menjadi apa kelak nanti, aku tidak tau akan berada di titik mana setelah titik ini berhasil aku lalui. Saat ini aku berada di titik yang terakhir, aku sudah semester terakhir. Sudah hampir 4 tahun aku menjalani masa perkuliahan. Tapi, yang aku masih bingung adalah, Apakah yang terakhir itu benar-benar terakhir?. Pertanyaan itu kadang memutar di kepalaku. Seakan-akan yang terakhir itu merupakan suatu titik yang ga akan ada terusannya lagi. Padahal kenyatannya tidak sepahit yang di perkirakan, itu semua hanya ilusi sementara. Iya betul, hanya satu harapan.

Harapan, satu kata yang-untuk meraihnya membutuhkan usaha yang luar biasa. “Harapan itu seperti mimpi, kita gantungkan setinggi mungkin, kemudian kelak kamu ambil”. Statment yang barusan aku tulis, sebenarnya aku ragu, masalahnya begini, aku sudah menggantungkan harapan itu setinggi mungkin, tapi kenapa ujung-ujungnya harus di ambil juga? kenapa ga dari awal aku ambil harapan itu, trus aku jual harapannya, kalo misalkan ga laku ya pajang aja di kamar, ga usah digantungin..

hmmm…btw beruntung kamu yang udah baca sampe sini, soalnya aku nulis ini buat tugas kuliah juga, masalahnya gini, daripada aku harus mengkopi dari artikel lain, lebih baik aku menulis hasil pikiranku aja. Emang sih ada beberapa yang sejalan dengan pikiranku, dari 100 orang , ya paling ada lah 6 orang yang sejalan. Jadi aku ini termasuk kaum minoritas sih…Soalnya aku mau berbeda dari yang lain, dalam konteks “berkarya”. Itu tujuanku sekarang, aku pengen banget bisa berkarya. Awalan hanya dari tulisan aja, ya begini, sekedar ngeblog dulu..yang mudah-mudahan bisa di hardcover, tapi ga di pajang yaa di perpustakaan. Kalo bagus ya aku pasarkan, kalo belom ada yang minat ya sabar dulu, tapi kalo bener ga laku ya terpaksa, aku kasih ke pacar aku aja..hehehe *Kayapunyapacarajalu…

Jadi begini, kan tugasnya tuh disuruh mencari arti dari mimpi dan harapan ketika sudah mendapatkan gelar ya, tugas ini sangat indah menurutku, karna aku bisa menuangkan apapun kedalam tulisanku. Well, dari aku pribadi, untuk gelar Sarjana Teknik itu aku anggap bonus kelak nanti. Akan ada saatnya aku mati-matian untuk mendapatkan gelar itu, tapi, sebelum mati-matian itu dimulai, aku ingin belajar dulu, belajar untuk memperbagus tulisanku, itu yang aku prioritaskan sekarang. Orang tuaku sudah membebaskan aku, dan sudah biasa kecewa denganku. Bukan maksudku untuk mengecewakannya, tapi memang sudah jalannya aku begini. Soalnya, aku tidak begitu sependapat dengan ayahku, jadi aku sempat murka dalam pikiranku sendiri, yang sekarang aku sudah sadar, dan mulai merintis usaha sendiri, bisnis yang masih kecil aku berjualan. Hitung-itung untuk makan sehari, biar ga merepotkan orang tua. Nasehat orang tua tetap aku tanam di pikranku kok, cuman tetep aku saring juga, yang mana yang harus di tanam, dan yang mana yang harus di uninstall. Yang jelas, aku sangat menyayangi bundaku. Walau rewel, sering dibangunin sholat subuh, trus aku cuman cuci muka kekamar mandi abis itu tidur lagi. Tapi tetep, aku akan mencari jalan yang sudah di tentukan Tuhan dan Semesta Alam, untuk memperbaiki apapun dari tubuh ini yang akan berjuang mati-matian.

Okelah ya kalo begitu, buat paragraf terakhir, biasanya di akhir itu kan di taruh kata-kata mutiara atau quotes, yang menurut aku rata-rata itu bullshit!!, omongkosong aja sihh.. Kata yang aku tulis dari paragraf awal juga banyak kata-kata mutiara kalo kamu mau milih, cuman tetep aja, kamu yang baca, ya kamu yang berhak menilai bagaimana dan apa yang terjadi menurut versi kamu sendiri. Jelasnya seperti ini, kamu hidup di dunia ini hanya satu kali saja. Tidak ada kesempatan lain, Jadi, lakukanlah apa yang dikatakan hati kamu, lalu kamu transformasi kedalam pikiran kamu, apakah itu layak kamu lakukan?, buat pertanyaan seperti itu, karna aku sudah mengalaminya dan berada di titik seperti ini sehingga aku bisa menuliskan semuanya tanpa ada rasa ragu. Bunga akan terus bersemi, akan terus mekar meski tak sempat kamu siram. Pada suatu hari jika ada badai yang menhampiri, kamu mencari kembali, padahal bunga itu masih ada di sana. Walaupun semua tanya datang tanpa jawaban, ketika bicara sudah sulit seperti diam. Maka dari itu, melajulah dengan keyakinan, pelan-berkata bahwa ini adalah hak aku sendiri, hari ini takan kamu menangkan, apabila kamu tidak berani mempertaruhkan…

Agung Latief A,MD (Ahli Memotivasikan Diri)

Tahun ini atau tahun depan lah paling lama boy, Insya Allah saya yakin dan berganti seperti ini:

Agung abdul Latief S.T

ihiw…..anjaay….amin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s